Dosa Riba - Mas Ammar

Latest

Mas Ammar Sharing Tips dan Informasi

Iklan atas

Tuesday, December 11, 2018

Dosa Riba

KOMITMEN ITU BERANI UNTUK BERHENTI!

Assallamualaikum

Selamat Sore kali ini Mas Ammar akan berbagi pengalaman hidup. Dan ini ada hubungannya dengan tulisan Mas saptuari di bawah ini.

Temen temen riba itu ngeribanget...
“Berhenti apa mas?”
Jawab: Berhenti untuk tidak membuka akad utangan baru! Apalagi yang ada ribanya.. bunga berbunga, dan ada dendanya.

“Kenapa yang harus dipotong kartu kredit?”
Jawab: Karena dana yang ada di dalamnya bukan uangmu, engkau diutangi dengan bujuk rayu dan tawaran menggiurkan, dibalik itu engkau harus setuju dengan bunga besar bulanan, denda harian dan bunga berlipat ganda.

“Selain itu buruknya apa?”
Jawab: Engkau dibuat seolah-olah punya, padahal jebakan utang semata. Engkau belum mampu, tapi engkau dibuai seolah-olah mampu, gesek sekarang urusan belakangan. 
Sifat buruk utang itu bertambah.. bertambah.. 
dan bertambah! 
Dari limit 3 juta naik jadi 5 juta.. naik 10 juta.. 
Dari satu kartu, nambah jadi dua kartu, jadi enam kartu.. bahkan ada yang punya 40 kartu!

“Saya auto debet tiap bulan mas, gak pernah kena bunga”
Jawab:
Ketika kartu kamu terima, kamu sudah setuju akad riba disana. Ada bunga, ada denda. Ketika dirimu lengah, pas mau didebet gak ada dana cukup di rekeningmu, maka denda harian sudah berlaku. Dan terus tawaran-tawaran manis dikirim lewat email, lewat buletin bulanan yang dikirim ke rumah dengan warna-warni yang indah atau telpon, sampai suatu saat sadar setiap auto debet duitmu selalu kurang. Dan ditawarkan untuk bayar 10% dari total tagihan, kamu setuju, maka jebakan jeratan utang sudah membelitmu.

“Kenapa kartu harus dipotong? Padahal belum lunas?”
Jawab: karena itulah pintunya.. pintu utang pintu riba. Kalau kartunya sudah musnah, maka kamu gak akan petantang-petenteng lagi, tawaran cicilan gak bisa digesek lagi, main ke mall gak gampang tergoda lagi! Mau gesek pakai dengkul? Sampai mlocot gak keluar duitnya..

Kartu Kredit adalah kartu utang, dia adalah mbahnya, sebelum utang online berlabel fintech menggurita saat ini. Ratusan aplikasi utang ada di handphone. Dirimu instal maka mereka bisa mengakses semua phonebook di HPmu. Dirimu telat bayar, siap-siap dipermalukan di depan banyak orang, semua saudara dan kawan bakal dihubungi, dan meminta mereka agar kamu membayar utangnya.. maluuuu luar binasa!!!
“Yayayaya.. kalau udah dipotong gak usah bayar mas? Kabur?”
Jawab: your head.. bayarlah! Jangan ngemplang! Jangan kabur!
Kerja lagi, usaha lagi, kumpulkan uangnya, tunda semua keinginan, fokuskan untuk bayar utang. Datangi ke bank-nya minta keringanan agar bunga dihilangkan, hanya bayar pokoknya saja! Bikin surat resmi, kewajiban seorang muslim berhenti dari riba ketika sudah tau hukumnya. Lampirkan surat dari MUI, fatwa nomer 1 tahun 2004, juga sisa utang pokokmu, minta ke OJK.

Kamu lagi makan enak, dagingnya empuk, belum habis tiba-tiba ada yang ngasih tau.. “eh itu daging babi lhoooh!” 
Sebagai seorang muslim yang taat, tidak dalam kondisi darurat, apakah engkau akan terus cuek memakannya?
Atau memilih langsung berhenti?

Jawab sendiri yaaa..
“Apakah langsung dikabulkan pihak bank kalau minta dihapuskan ribanya?”
Jawab: bermacam-macam kasusnya, ada yang sekali nego diberikan, ada yang harus berkali-kali nego baru diberikan. Ada yang sampai mentok gak disetujui.

Ikhtiar itu tugas kita, naaah libatkan ALLAH Yang Maha Membolak-balik hati untuk mempermudah jalannya. Para petugas bank itu juga ciptaan ALLAH, sistem bank buatan manusia, maka tembak langsung ke Yang Maha Penciptanya..
Udaaah gak usah ngeles dan terus melakukan pembenaran. Mending ngaku salah udah dzolim mainan riba, posisikan diri seperti Nabi Yunus yang masuk ke dalam 3 kegelapan: dimakan ikan paus, di tengah malam dan di kedalaman lautan.
Hajar terus dengan doa Nabi Yunus siang malam dalam doa sholatmu,
“Laa ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minadzolimin”
-Tidak ada Tuhan selain Engkau ya Allah. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim-

Ketika udah ngaku salah, udah pasrah bongkokan ke Allah, maka pertolongan dan solusi dari Allah akan datang min haitsu layah tasib (Dari Jalan yang tidak terduga-duga)
Seperti Nabi Yunus yang selamat keluar dari perut ikan..
Tapi kalau tetep ngeyel, makin babak belur deh dihajar utang, gak percaya? Buktikan sadja! Jangan lupa siapkan tensoplast yang banyak.. soalnya akan menyakitkan dan berdarah-darah!
Video ini waktu seminar “Kembali Ke Titik Nol” di Jayapura minggu lalu, 9 Des 2018
Nangis bareng di ujung acara, komitmen untuk menyudahi utangnya

Insya ALLAH saya hadir di seminar “Kembali Ke Titik Nol” Jakarta dan Bandung tanggal 5 dan 6 Januari 2019
Jakarta di Aula Masjid Istiqlal 
Bandung di Auditorium FPEB UPI

Silahkan bergabung, hubungi Avin 0898-7722-814
Setelah itu saya harus cuti dulu dari seminar-seminar, kembali menulis buku-buku baru agar ilmunya tertransfer kepadamu. Yang di kepala bisa hilang, kalau tidak konsisten dituliskan
Ribuan orang sudah berhijrah dari jeratan utang
Kapan kamu mau ikutan?

Salam,
@Saptuari

_______________________________ 
Buku-buku karya Saptuari bisa didapatkan di Jogist BookStore ⇨ 081804100900

No comments:

Post a Comment