Menjaga wudhu - Mas Ammar

Latest

Mas Ammar Sharing Tips dan Informasi

Iklan atas

Monday, November 26, 2018

Menjaga wudhu

Assallamualaikum Wr Wb

Tulisa ini adalah pengalaman sehari hari yang saya praktekan dalam kesahari harian saya selama ini. Salah satunya adalah menjaga wudlu. Semoga dengan tulisan saya ini bisa menginspirasi temen temen semua. Bermanfaat untuk diri saya dan orang lain, berguna bagi nusa dan bangsa hehehe.

Langsung saja kenapa sih harus menulis menjaga wudu, karena dulu sebelum saya nikah pernah bertemu dengan seorang Kiai. Kebetulan beliau tiba tiba mampir ke rumah orang tua saya. Singkat cerita saya temui beliau bersama semua keluarga kami. Dari waktu dhuhur sampai maghrib simbah ini tidak wudu. Entah wudu tapi saya gak tau atau memang tidak wudu. Karena saya penasaran maka saya beranikan diri untuk bertanya.

Ammar : Ngapunten mbah Kiai, simbah mboten Wudu?

Kiai : Hehehe... simbah ki kulino jogo wudu lee.

Ammar : Ohh ngoten.... (dalam hati saya kok iso ya)

Pengalaman ini sangat berkesan sampai setelah saya menikah alhamdulillah baru tau maksudnya. Bagi saya pribadi wudu itu seperti sebuah kebiasaan, sama seperti ayah saya sebelum beliau berangkat kerja selalu menyempatkan diri untuk sholat dua rakaat dan wudu. Pernah sebelum berangkat ibu saya nyenggol bapak. Dan otomatis romantis bapak gerah... hehehe dan diulangi lagi lah....

Dari sudut pandang saya pribadi menjaga wudu adalah menjaga diri dari najis kecil maupun najis besar. Dengan wudu kita dalam menjalankan sebuah kegiatan itu tenang dan nyaman. Pernah dulu sebelum naik pesawat saking paranoid takut ketinggian saya sempatkan untuk wudlu dulu.....

Banyak manfaat yang dirasa dengan kita menjaga wudu, salah satunya adalah lebih sabar, lebih tenang, dan lebih fokus.

Sekedar flash back untuk mengingatkan kita terhadap rukun wudhu :

Keenam rukun tersebut dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten sebagai berikut.

1. Niat wudhu dilakukan secara berbarengan pada saat pertama kali membasuh bagian muka, baik yang pertama kali dibasuh itu bagian atas, tengah maupun bawah.
Bila orang yang berwudhu tidak memiliki suatu penyakit maka ia bisa berniat dengan salah satu dari tiga niat berikut:
   a. Berniat menghilangkan hadats, bersuci dari hadats, atau bersuci untuk melakukan shalat.
   b. Berniat untuk diperbolehkannya melakukan shalat atau ibadah lain yang tidak bisa dilakukan kecuali dalam keadaan suci.
   c. Berniat melakukan fardhu wudhu, melakukan wudhu atau wudhu saja, meskipun yang berwudhu seorang anak kecil atau orang yang memperbarui wudhunya.

Orang yang dalam keadaan darurat seperti memiliki penyakit ayang-ayangen atau beser baginya tidak cukup berwudhu dengan niat menghilangkan hadats atau bersuci dari hadats. Baginya wudhu yang ia lakukan berfungsi untuk membolehkan dilakukannya shalat, bukan berfungsi untuk menghilangkan hadats.

Sedangkan orang yang memperbarui wudhunya tidak diperkenankan berwudhu dengan niat menghilangkan hadats, diperbolehkan melakukan shalat, atau bersuci dari hadats.

2. Membasuh muka
Sebagai batasan muka, panjangnya adalah antara tempat tumbuhnya rambut sampai dengan di bawah ujung kedua rahangnya. Sedangkan lebarnya adalah antara kedua telinganya. Termasuk muka adalah berbagai rambut yang tumbuh di dalamnya seperti alis, bulu mata, kumis, jenggot, dan godek. Rambut-rambut tersebut wajib dibasuh bagian luar dan dalamnya beserta kulit yang berada di bawahnya meskipun rambut tersebut tebal, karena termasuk bagian dari wajah. tetapi tidak wajib membasuh bagian dalam rambut yang tebal bila rambut tersebut keluar dari wilayah muka.

3. Membasuh kedua tangan beserta kedua sikunya.
Dianggap sebagai siku bila wujudnya ada meskipun di tempat yang tidak biasanya seperti bila tempat kedua siku tersebut bersambung dengan pundak.

4. Mengusap sebagian kecil kepala
Mengusap sebagian kecil kepala ini bisa hanya dengan sekadar mengusap sebagian rambut saja, dengan catatan rambut yang diusap tidak melebihi batas anggota badan yang disebut kepala. Seumpama seorang perempuan yang rambut belakangnya panjang sampai sepunggung tidak bisa hanya mengusap ujung rambut tersebut karena sudah berada di luar batas wilayah kepala. Dianggap cukup bila dalam mengusap kepala ini dengan cara membasuhnya, meneteskan air, atau meletakkan tangan yang basah di atas kepala tanpa menjalankannya.

5. Membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki
Dalam hal ini yang dibasuh adalah bagian telapak kaki beserta kedua mata kakinya. Tidak harus membasuh sampai ke betis atau lutut. Diwajibkan pula membasuh apa-apa yang ada pada anggota badan ini seperti rambut dan lainnya. Orang yang dipotong telapak kakinya maka wajib membasuh bagian yang tersisa. Sedangkan bila bagian yang dipotong di atas mata kaki maka tidak ada kewajiban membasuh baginya namun disunahkan membasuh anggota badan yang tersisa.

6. Tertib
Yang dimaksud dengan tertib di sini adalah melakukan kegiatan wudhu tersebut secara berurutan sebagaimana disebut di atas, yakni dimulai dengan membasuh muka, membasuh kedua tangan beserta kedua siku, mengusap sebagian kecil kepala, dan diakhiri dengan membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki.

Demikian Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami dan Syaikh Muhammad Nawawi Banten menjelaskan tentang rukun wudhu.

Sumber artikel : NU.ID


No comments:

Post a Comment